It's better to be the only one, rather than the number one

Workshop  Metodologi  Penelitian Agraria dan Pengenalan Aplikasi Nvivo

Yogyakarta, 11 April 2022, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (PPPM-STPN) menyelenggarakan “Workshop Metodologi Penelitian Agraria dan Pengenalan Aplikasi Nvivo” di Hotel Grand Ambarukmo, Yogyakarta. Workshop ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dosen dan calon dosen dalam mengemban tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal penelitian.

Ketua STPN, Dr. Ir. Senthot Sudirman, M.S. dalam sambutannya menyampaikan “STPN adalah perguruan tinggi  di bawah kementerian/lembaga lain yaitu  Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, dan sebagai perguruan tinggi harus mengikuti aturan terkait pendidikan dari  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hasil riset ini diharapkan dapat menopang dan memperkaya kurikulum juga mengumpan pada pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu riset yang berkualitas tidak mungkin bisa diwujudkan tanpa metodologi yang tepat.”  Pesan Ketua STPN untuk para dosen dan calon dosen peserta workshop untuk mengikuti acara dengan baik, menggali ilmu sebanyak-banyaknya, dan semoga acara ini bermanfaat dalam mengembangkan  riset-riset STPN yang lebih berkualitas.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber antara lain Dianto Bachriadi, S.IP, LL. M., Ph.D. dan  Agustinus Bandur, Ph.D. Dianto Bachriadi dalam paparannya menjelaskan posisi penelitian agraria yang sifatnya unik dan lintas disipliner. Sebuah penelitian harus dibangun atas dasar independensi peneliti, etika penelitian, dan moralitas yang kuat. Sebagai salah satu perguruan tinggi di bawah kementerian, maka kedudukannya menjadi sangat urgen. Pada satu sisi STPN dapat mengerjakan riset yang tidak independent secara gagasan karena bersumber dari permintaan Lembaga, namun di sisi yang lain perlu ketegasan peneliti untuk dapat membongkar  tentang fenomena  agraria secara global guna menjawab permasalahan agraria yang terjadi di negara ini secara lebih obyektif.

Sementara itu Agustinus Bandur menyampaikan manfaat aplikasi Nvivo untuk pengolahan data hasil penelitian baik kuantitatif maupun kualitatif. Aplikasi ini merupakan langkah maju dalam mendukung dan memudahkan peneliti dalam mengelola dan mengolah data hasil penelitian yang jumlahnya banyak. Selain pekerjaan penelitian yang dilakukan secara mandiri, aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan dalam projek bersama oleh beberapa peneliti. Karakteristik data hasil penelitian yang dapat menggunakan aplikasi Nvivo dapat berupa hasil wawancara, rekaman wawancara, foto, video, artikel, hasil survey, dan lain sebagainya yang dapat ditampilkan dalam bentuk diagram, tabel, grafik, transkrip, maupun artikel yang sudah terkoding sesuai kebutuhan peneliti. Kegiatan workshop ini berlangsung secara efektif dan partisipatif dengan antusiasme peserta yang merespon paparan para narasumber.

Penyerahan Cinderamata

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*

Related Story